DQS Indonesia kembali menyelenggarakan E-Forum bertajuk “ISO 14001:2026 – Perubahan dan Dampaknya terhadap Sertifikasi Anda” pada Kamis, 3 September 2026.
 

E-Forum yang dibawakan oleh Bapak Annas Sangadji, Senior Lead Auditor DQS Indonesia, diikuti oleh lebih dari 120 peserta dari berbagai perusahaan dan sektor industri. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya perhatian organisasi terhadap perkembangan ISO 14001:2026 dan persiapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi masa transisi.
 

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan gambaran mengenai sejumlah perubahan penting dalam ISO 14001:2026, mulai dari perubahan terminologi dan dokumentasi, penguatan konteks organisasi, hingga isu lingkungan yang semakin mendapat perhatian seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati (biodiversity), efisiensi sumber daya, life cycle perspective, supply chain, serta management of change.

Dari Perubahan Standar hingga Kesiapan Implementasi

Salah satu pembahasan menarik adalah perubahan penggunaan istilah “maintain” dan “retain” pada documented information. Pada versi terbaru, pembedaan istilah tersebut tidak lagi digunakan seperti sebelumnya. Namun, hal ini tidak menghilangkan kebutuhan organisasi untuk tetap mengelola documented information yang diperlukan dalam penerapan sistem manajemen lingkungan.


Isu perubahan iklim juga menjadi salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian. Dalam diskusi dijelaskan bahwa ISO 14001 tidak menentukan secara teknis program lingkungan yang harus diterapkan oleh setiap organisasi. Organisasi perlu terlebih dahulu memahami konteks serta isu internal dan eksternal yang relevan, termasuk melalui Klausul 4.1 dan 4.2, kemudian mengidentifikasi risiko, peluang, aspek lingkungan, serta menentukan sasaran dan program yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
 

Pembahasan kemudian berkembang pada isu biodiversity dan life cycle perspective. Organisasi perlu melihat dampak lingkungannya secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari aktivitas yang berlangsung di dalam perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan hubungan dari hulu hingga hilir, termasuk bahan baku, material, pemasok, proses operasional, hingga tahapan lain dalam siklus hidup produk atau jasa yang dapat dikendalikan maupun dipengaruhi organisasi.

Ingin tahu sertifikasi ISO 14001 DQS?

Diakui secara global, memahami sektor, dan selaras dengan harapan lingkungan saat ini.

Cari tahu selen­gkapnya

Diskusi Interaktif dari Berbagai Sektor Industri

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Berbagai pertanyaan yang disampaikan menunjukkan bahwa perubahan ISO 14001:2026 membawa perhatian sekaligus tantangan yang berbeda bagi setiap organisasi.


Diskusi mencakup penerapan carbon neutrality dan emisi GRK Scope 1, 2, dan 3, biodiversity, kesiapan perusahaan sebelum sertifikasi, referensi regulasi terkait perubahan iklim, hingga penerapan life cycle perspective pada aktivitas warehouse.
 

Peserta juga berdiskusi mengenai penyesuaian SOP dan formulir pada sistem manajemen yang terintegrasi, proses transisi dari ISO 14001:2015, serta bagaimana identifikasi aspek dan dampak lingkungan (IADL) dapat dikaitkan dengan dokumen seperti AMDAL/RKL-RPL maupun HIRADC.
 

Topik lain yang turut dibahas adalah pengendalian supply chain, penerapan Environmental Management of Change (MoC) terhadap berbagai perubahan operasional, serta persiapan yang perlu dilakukan organisasi dalam menghadapi proses transisi dan sertifikasi.

Seperti apa revisi ISO 14001?

Lebih dari 10 tahun setelah revisi komprehensif terakhir, Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) dengan demikian merespons kondisi yang terus berubah. Perubahan iklim yang progresif dan transisi global menuju energi terbarukan membutuhkan pengembangan lebih lanjut dari konten standar untuk membuat sistem manajemen lingkungan yang sesuai untuk masa depan dan bahkan lebih selaras dengan keberlanjutan.

Selen­gkapnya

Persiapan Transisi Tidak Hanya Soal Dokumen

Salah satu hal yang dapat menjadi perhatian dari diskusi ini adalah bahwa persiapan menghadapi ISO 14001:2026 tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian dokumentasi.
Organisasi perlu memahami perubahan yang ada, melihat relevansinya dengan konteks dan aktivitas masing-masing, serta mengevaluasi bagaimana persyaratan tersebut dapat diterapkan dalam sistem manajemen lingkungan yang sudah berjalan.


Melalui E-Forum ini, DQS Indonesia berharap dapat membantu organisasi memahami arah perkembangan ISO 14001 serta mempersiapkan proses transisi dengan lebih baik.
 

Terima kasih kepada semua peserta yang telah bergabung dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Sampai jumpa di E-Forum DQS Indonesia berikutnya!
 

Perbandingan persyaratan standar ISO 14001:2015 vs ISO/FDIS 14001:2026-01

Revisi ISO 14001 menetapkan persyaratan yang ada dan menetapkan prioritas teknis baru. Meskipun struktur dasarnya tetap sama, draf akhir ISO/FDIS 14001:2026-01 menetapkan konten utama dan memperkuat topik-topik seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, perspektif siklus hidup, dan manajemen perubahan.

Unduh White­pa­per