Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang berdampak langsung terhadap berbagai sektor, termasuk industri pangan. Fenomena seperti peningkatan suhu global, perubahan pola curah hujan, banjir, hingga kekeringan tidak hanya mengganggu sistem pertanian tetapi juga menghambat proses produksi dan distribusi pangan secara keseluruhan. 

Industri pangan dituntut untuk lebih adaptif dalam menghadapi kondisi lingkungan yang semakin tidak menentu. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga dengan bagaimana perusahaan mengelola risiko eksternal, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan pasokan bahan baku di tengah perubahan iklim.
 

Peran ISO 22000:2018 dalam Menghadapi Perubahan Iklim

ISO 22000:2018 dikenal sebagai standar sistem manajemen keamanan pangan yang digunakan secara internasional. Namun lebih dari itu, standar ini juga menyediakan kerangka kerja yang memungkinkan perusahaan untuk mengintegrasikan kebijakan mitigasi perubahan iklim ke dalam sistem manajemen mereka. 

Melalui pendekatan berbasis risiko, ISO 22000 dapat membantu perusahaan mengidentifikasi potensi ancaman dari perubahan iklim yang dapat mempengaruhi keamanan dan ketersediaan pangan. Dengan kata lain, standar ini bukan hanya alat untuk menjamin mutu, tetapi juga strategi keberlanjutan jangka panjang.
 

Tingkatkan Keamanan Pangan dan Kepercayaan Konsumen Anda!

Sertifikasi ISO 22000 dari DQS membantu organisasi Anda memastikan keamanan pangan di seluruh rantai pasok. Dukung kepatuhan terhadap standar internasional dan tunjukkan komitmen Anda terhadap kualitas.


Pelajari lebih lanjut tentang layanan kami dan bagaimana DQS merupakan mitra terbaik Anda dalam proses sertifikasi dengan mengklik tautan "Selengkapnya".

Selen­gkapnya

Rantai Pasok Jadi Titik Kritis

Rantai pasok atau supply chain merupakan bagian vital dalam proses produksi pangan. Ketika bahan baku berasal dari daerah yang rentan terhadap perubahan iklim, maka stabilitas pasokan bisa terancam. Hal ini berisiko mengganggu produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
 

Maka dari itu, perusahaan perlu mulai mengidentifikasi bagian-bagian dalam supply chain yang berisiko tinggi terhadap gangguan iklim. Langkah ini akan membantu dalam menyusun strategi mitigasi dan adaptasi yang lebih efektif untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan.

Trik Jitu Menghadapi Dampak Perubahan Iklim di Industri Pangan

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan perusahaan pangan untuk mengantisipasi dan merespons dampak perubahan iklim secara efektif:

Lakukan Risk Mapping Supply Chain
Identifikasi area pemasok yang berada di wilayah rawan bencana atau perubahan iklim ekstrem. Buat peta risiko untuk memprioritaskan tindakan pengamanan atau diversifikasi pasokan dari area lain yang lebih stabil.

Diversifikasi Pemasok & Bahan Baku
Jangan hanya bergantung pada satu sumber utama. Cari alternatif pemasok atau bahan baku lokal sebagai cadangan untuk meminimalkan gangguan produksi jika terjadi krisis.

Perbarui Sistem ISO Anda secara Berkala
Tinjau ulang sistem manajemen ISO 22000 secara berkala dan sesuaikan dengan tantangan lingkungan terkini. Sertakan aspek perubahan iklim dalam analisis risiko dan kebijakan perusahaan.

Latih Tim Internal tentang Respons Lingkungan
Bekali tim dengan pelatihan tentang keberlanjutan, ketahanan pangan, dan respons terhadap gangguan iklim. Kesiapan tim adalah kunci dalam penerapan strategi adaptif yang efektif.

Gunakan Data dan Prediksi Iklim
Manfaatkan teknologi dan data cuaca jangka panjang untuk mengantisipasi pola musim dan tren iklim. Dengan data ini, perusahaan dapat merencanakan waktu produksi, distribusi, hingga pembelian bahan baku dengan lebih cermat.
 

Strategi Adaptif Diversifikasi dan Pengendalian Risiko

Salah satu pendekatan strategis yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan melakukan diversifikasi pemasok. Artinya, perusahaan tidak hanya bergantung pada satu sumber bahan baku, terutama yang berasal dari daerah rawan bencana iklim. Langkah ini akan menciptakan sistem pasokan yang lebih resilient. 

Selain diversifikasi, perusahaan juga perlu melakukan pengendalian risiko dengan cara memetakan potensi gangguan dan menyiapkan rencana kontinjensi. Ini akan membantu perusahaan untuk tetap beroperasi dengan stabil, bahkan ketika terjadi ketidakpastian dalam rantai pasok.

Buka Akses ke Pasar Global dengan Sertifikasi FSSC 22000!

Tingkatkan kredibilitas sistem manajemen keamanan pangan Anda dengan sertifikasi FSSC 22000 dari DQS, diakui oleh GFSI dan diadopsi luas oleh industri pangan internasional. 

Temukan bagaimana DQS merupakan mitra terbaik Anda dalam audit sertifikasi ini dan memperkuat posisi bisnis Anda di pasar global dengan mengklik tombol "Selengkapnya".

Selen­gkapnya

Saatnya Bertindak: Siapkah Supply Chain Anda?
Dengan perencanaan yang tepat dan penerapan standar yang relevan seperti ISO 22000, perusahaan dapat memperkuat sistemnya agar lebih tahan terhadap berbagai gangguan lingkungan. 

Sudahkah supply chain perusahaan anda siap menghadapi tantangan perubahan iklim? Dapatkan wawasan lebih mendalam melalui white paper dari DQS dan mulai langkah strategis anda hari ini.
 

Meeting in the training room: a young, dark-skinned woman presents current facts and figures to two
Loading...
Ikuti Pelatihan Pemahaman ISO 22000 bersama DQS Academy

Masih bingung bagaimana menerapkan ISO 22000 secara efektif?

Jangan biarkan ketidaktahuan menjadi hambatan dalam memastikan keamanan pangan di organisasi Anda!

Pelatihan ini dirancang untuk membantu Anda memahami prinsip-prinsip sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000:2018 secara mendalam—mulai dari konteks organisasi hingga pengendalian bahaya pangan. Dapatkan wawasan langsung dari ahli berpengalaman dan tingkatkan kesiapan Anda menuju sertifikasi.

Penulis

Irwansyah Harahap

Irwansyah Harahap telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang sistem manajemen baik sebagai konsultan maupun instruktur. Ketika awal bergabung dengan DQS Indonesia, Irwansyah ditunjuk sebagai Sales & Marketing Manager. Kini Irwansyah sebagai Management Representative dan Certification Manager DQS Indonesia untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (QMS), Lingkungan (EMS), K3 (OHS), dan IATF.

Artikel dan event terkait

Anda mungkin juga tertarik dengan ini
Blog
Loading...

IFS Logistics Versi 3: Semua yang perlu Anda ketahui tentang revisi

Blog
Loading...

Budaya Mutu dan Keamanan Pangan serta Pengendaliannya dalam FSSC versi 6.0, seperti apa?

Blog
Loading...

IFS Broker Versi 3: Perubahan apa yang akan datang?